thelyricsearch.com LYRIC

JIWA
Alone At Last


Terasa berat untuk terhubung
Semua melampirkan dendam melumatkan cerita
Huruf hidup adalah inspirasi
Ocehan dan sanjungan semua terawasi
Inikah yang indah,
Inikah sumpah
Polemik ketika kesadaran adalah langkah jiwa
Hardikan adalah masukan berarti untuk memilih
Antara bahagia atau kecewa

Alihkan 'tuk semua...
Kuliti cerita...

Reff:
Lelahkan semua kenali jiwa
Upah jeritan memaksa
Luka dan cinta harapan kita
Sempitkan ruang berkata

Dengar jiwa...Dengar jiwa...

Dengan terpisah luka terhantam lelah
Torehkan luka selang waktu terindah
Apa yang terasa...
Ini yang terasa...
Ini yang terasa...
Ini yang terasa...
Ini yang kurasa

Bagai lebah menyengat dan terbang pergi
ceritakan semua kisah abadi

Ujung langkah terbuai...
(Wangi raga namun tak pasti)
Puing jiwa terindah...

Back to Reff

Dengar jiwa...Dengar jiwa...
Dengar jiwaku merintih melihat semua

Back to Reff

Lelahkan semua kenali jiwa
Upah jeritan memaksa
Luka dan cinta harapan kita
Sempitkan ruang berkata

Hampa tanpamu menyiksa
Hilang teman tak bersisa
Siksa jiwa hening semua
Lihat apa yang tersisa...
Melekat di jiwa...


ALONE AT LAST

In 2003 Alone At Last* started their career appearing at various (indie) music events in Bandung, Indonesia. In less than one year the band succeeded in winning the attention of rock music lovers with their hits single: “Amarah Senyum dan Airmata” in Bandung,
Jakarta and other cities in Java Island, Indonesia. Their popularity continued to expand and their circle of fans now reaches across the Indonesian archipelago including
Bali, Medan (Sumartra) ... Read More