thelyricsearch.com LYRIC

KISAH JEJAK TERHINA
Alone At Last


TANGIS RESAH (INGATAN TERINDAH)
SEPI WAKTU (SEMU TAK PASTI)
PELUK GUNDAH (TAJAMNYA LIDAHMU)
DAN LANTANGKAN CINTA

LETAKKAN TANDA PECAH TAK MENYATU
NALURI YAKIN DAN TERPAKU
PETIK SUCIKAN YANG TERPISAH
SELAMATKAN BENTUK YANG KAU JAGA DAN NAMAKAN CINTA
HATIKU SAAT TERJAGA
PULAS HANGATMU PUNAH TAK TERSISA
HUJAM SEMUA PEKIKAN ARAH MATA HATIMU TERBODOHI DAN'

#
YANG TERSISA' SEMANGAT TERHINA
SENYUMI DESAH.. AKALI LANGKAH.. PEKATKAN INDAH (TERKISAH)

TUNJUKKAN YANG TERSISA DAN
BAYANGKANKU TERSIKSA
MUNTAH PELUKAN INDAHMU
CUCI BUSUK SUMPAHMU
DAN TUDING KALIMAT TERPAKU
HARAPAN TEBAS HASRATMU
JEJAKKI BENTUK NAFASMU
DAN TERLAMPIRKAN'.

LEPASKAN SEMUA YANG MENGIKATMU HARI ITU DAN MASA LALU
TAK ADA ARTI JIKA MENGINGATNYA LAGI
BUANG SEMUA YANG TERINDAH YANG KITA LALUI BERSAMA
TAK MUNGKIN KEMBALI, DAN TAK MUNGKIN KEMBALI

YANG TERSISA' SEMANGAT TERHINA
SENYUMI DESAH.. AKALI LANGKAH.. PEKATKAN INDAH ( TERKISAH )

JEJAKI KISAH, HENTIKAN RESAH, PELIPIS TAWA, SAKIT MENYIKSA, SENYUMAN HINA, PELUK TERTUMPAH, KAU HANCURKAN
SENYUM, TANGIS, TAWA, RESAH, HINA, MURKA, SESAL' RASAKAN
Back to #


ALONE AT LAST

In 2003 Alone At Last* started their career appearing at various (indie) music events in Bandung, Indonesia. In less than one year the band succeeded in winning the attention of rock music lovers with their hits single: “Amarah Senyum dan Airmata” in Bandung,
Jakarta and other cities in Java Island, Indonesia. Their popularity continued to expand and their circle of fans now reaches across the Indonesian archipelago including
Bali, Medan (Sumartra) ... Read More